KOTAK PENCARIAN:

Kamis, 13 Oktober 2011

iklan0
Gambaran Akseptor KB Metode Operatif Pria (MOP)

iklan1
Gambaran Akseptor KB Metode Operatif Pria (MOP):
Pengembangan metode kontrasepsi pria masih jauh tertinggal karena adanya hambatan-hambatan yang ditemukan antara lain kesulitan dalam memperoleh informasi tentang alat kontrasepsi, hambatan medis yang berupa ketersediaan alat maupun ketersediaan tenaga kesehatan, selain itu juga adanya rumor yang beredar di masyarakat mengenai alat kontrasepsi sehingga hal ini menjadi faktor penghambat dalam pengembangan metode kontrasepsi (BKKBN, 2001).
Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahuinya gambaran keikutsertaan suami menjadi akseptor KB berdasarkan pengetahuan, karakteristik suami (pendidikan, ekonomi), alasan ikut KB MOP, keluhan di Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Tahun 2007.
Penelitian ini adalah penelitian deskritif dengan obyek penelitian; gambaran keikutsertaan suami menjadi akseptor KB MOP. Subyek penelitiannya suami yang menjadi akseptor KB MOP di wilayah kerja Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat yang berjumlah 20 akseptor. Populasi yang digunakan adalah seluruh suami yang memakai MOP yang berjumlah 20 akseptor dan sampel yang dipakai adalah 20 akseptor karena populasi < 100 maka sampel diambil semua. (Arikunto, 2006). Alat ukur yang digunakan angket dan kuesioner.
Berdasarkan hasil analisa data tentang gambaran keikutsertaan suami menjadi akseptor KB MOP diperoleh pengetahuan suami sebesar 9 akseptor (40%) atau dalam kategori kurang, berdasarkan tingkat pendidikan suami PUS yang terbanyak adalah 13 akseptor (65%) termasuk dalam jenjang pendidikan dasar, berdasarkan alasannya suami mengikuti KB MOP yang terbanyak adalah anak > 4 sebanyak 12 akseptor (60%) dan sebanyak 18 akseptor (90%) akseptor tidak mempunyai keluhan selama memakai MOP.
Kesimpulannya adalah secara keseluruhan keikutsertaan suami dalam mengikuti akseptor KB MOP berdasarkan pengetahuan yang kurang tentang aksptor KB MOP. Akseptor memakai KB MOP mempunyai alasan sendiri anak > 4 serta selama menggunakan alat kontrasepsi tersebut tidak memiliki keluhan.

Kata Kunci : Keikutsertaan, Akseptor KB MOP

Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA
lihat artikel selengkapnya - Gambaran Akseptor KB Metode Operatif Pria (MOP)
iklan2

iklan0
Karakteristik ibu yang memeriksakan Pap Smear di Rumah Sakit

iklan1
Karakteristik ibu yang memeriksakan Pap Smear di Rumah Sakit:
Hingga saat ini kanker serviks uteri masih menempati urutan pertama penyakit yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Sementara di dunia, penderita kanker serviks uteri terbanyak kedua setelah kanker payudara. Penyakit kanker dapat menyerang semua masyarakat tanpa mengenal status sosial maupun umur. Berdasarkan data pap Smear di Laboratorium Sitologi RSAM Bandar Lampung pada tahun 2002 sampai dengan tahun 2007 menunjukan angka penurunan. Yang tercatat pada tahun 2002 sebanyak 348 orang dan tahun 2007 sebanyak 293 orang.

Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif, bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu yang memeriksakan pap smear di RSAM berdasarkan umur, tingkat pendidikan, status perkawinan, lama perkawinan, paritas, dan penggunaan alat kontrasepsi yang dipakai ibu pada saat memeriksakan pap smear.
Subyek penelitian ini adalah Ibu-ibu yang memeriksakan pap smear di RSAM Tahun 2007. Obyek penelitian ini adalah karakteristik Ibu yang memeriksakan pap smear di RSAM Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan total populasi dengan jumlah sample 240 orang. Cara pengumpulan data yang digunakan adalah dari data rekam medik dan dikelompokan dalam chek list. Pengolahan data dengan analisa univariat.

Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa karakteristik ibu yang memeriksakan pap smear berdasarkan umur yang terbanyak adalah usia < 40 tahun yaitu 134 responden (55,8%), ditinjau dari tingkat pendidikan yang terbesar adalah tingkat perguruan tinggi yaitu 95 responden (39,6%), ditinjau dari status perkawinan semua responden berstatus kawin (100%), ditinjau dari lamanya perkawinan yang terbanyak pada responden dengan lama perkawinan < 10 tahun yaitu 137 responden (57,1%), ditinjau dari paritas yang terbanyak pada paritas 4-5 kali yaitu 126 responden (52,5%) sedangkan ditinjau dari penggunaan alat kontrasepsi yang terbanyak yaitu ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal yaitu 147 responden (61,3%).
Kesimpulan dari penelitian menunjukan bahwa karakteristik Ibu yang memeriksakan Pap Smear adalah ibu yang sudah menikah, berumur < 40 tahun, berpendidikan perguruan tinggi, berstatus kawin, lama perkawinan < 10 tahun, paritas 4-5 kali, dan menggunakan alat kontrasepsi hormonal.

Kata Kunci : Karakteristik Ibu, Pemeriksaan Pap Smear.

Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA
lihat artikel selengkapnya - Karakteristik ibu yang memeriksakan Pap Smear di Rumah Sakit
iklan2

iklan0
Karakteristik Ibu Hamil yang Mengkonsumsi Tablet Fe

iklan1
Karakteristik Ibu Hamil yang Mengkonsumsi Tablet Fe:
Wanita hamil memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami anemia dan defisiensi besi (Varney, dkk., 2007) untuk itu setiap kehamilan membutuhkan lebih banyak zat besi untuk perkembangan bayi (Annia Kissanti, 2007) dan juga konsumsi makanan yang berkualitas. Jika kehamilan tidak diikutsertakan dengan konsumsi makanan yang baik akan menjadi kehamilan yang lemah dan beresiko (Hanum Lu’lu, 2007).
Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe di Kelurahan Hadimulyo Timur Tahun 2008. Subjek dari penelitian ini adalah Ibu hamil yang mengkonsuksi tablet Fe dan Objek penelitiannya adalah karakteristik ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe di Kelurahan Hadimulyo Timur Tahun 2008
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan karakteristik ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe di Kelurahan Hadimulyo Timur Tahun 2008. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan angkat berupa format pengumpulan data.
Hasil penelitian menggambarkan karakteristik ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe terbanyak adalah berumur 20-35 tahun dengan jumlah 34 responden (53,12%), berpendidikan sedang (SMA) dengan jumlah 41 responden (64,06%), tingkat ekonomi sedang dengan jumlah 44 responden (68,75%), dan paritas ibu primi dengan jumlah 34 responden (53,13%).
Kesimpulan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa Karakteristik ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe di Kelurahan Hadimulyo Timur tahun 2008 sebagian besar adalah ibu hamil yang berumur 20-35 tahun, berpendidikan sedang (SMA sederajat), dengan tingkat ekonomi sedang (Rp. 750.000 - Rp. 1.400.000), dan ibu-ibu dengan paritas 1 orang anak (primigravida).

Kata Kunci : Ibu Hamil, Tablet Fe.

Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


lihat artikel selengkapnya - Karakteristik Ibu Hamil yang Mengkonsumsi Tablet Fe
iklan2

iklan0
Karakteristik Ibu Hamil yang Mengkonsumsi Tablet Fe

iklan1
Karakteristik Ibu Hamil yang Mengkonsumsi Tablet Fe:
Wanita hamil memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami anemia dan defisiensi besi (Varney, dkk., 2007) untuk itu setiap kehamilan membutuhkan lebih banyak zat besi untuk perkembangan bayi (Annia Kissanti, 2007) dan juga konsumsi makanan yang berkualitas. Jika kehamilan tidak diikutsertakan dengan konsumsi makanan yang baik akan menjadi kehamilan yang lemah dan beresiko (Hanum Lu’lu, 2007).
Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe di Kelurahan Hadimulyo Timur Tahun 2008. Subjek dari penelitian ini adalah Ibu hamil yang mengkonsuksi tablet Fe dan Objek penelitiannya adalah karakteristik ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe di Kelurahan Hadimulyo Timur Tahun 2008
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan karakteristik ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe di Kelurahan Hadimulyo Timur Tahun 2008. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan angkat berupa format pengumpulan data.
Hasil penelitian menggambarkan karakteristik ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe terbanyak adalah berumur 20-35 tahun dengan jumlah 34 responden (53,12%), berpendidikan sedang (SMA) dengan jumlah 41 responden (64,06%), tingkat ekonomi sedang dengan jumlah 44 responden (68,75%), dan paritas ibu primi dengan jumlah 34 responden (53,13%).
Kesimpulan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa Karakteristik ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe di Kelurahan Hadimulyo Timur tahun 2008 sebagian besar adalah ibu hamil yang berumur 20-35 tahun, berpendidikan sedang (SMA sederajat), dengan tingkat ekonomi sedang (Rp. 750.000 - Rp. 1.400.000), dan ibu-ibu dengan paritas 1 orang anak (primigravida).

Kata Kunci : Ibu Hamil, Tablet Fe.

Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


lihat artikel selengkapnya - Karakteristik Ibu Hamil yang Mengkonsumsi Tablet Fe
iklan2

iklan0
Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses Pertolongan Persalinan

iklan1
Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses Pertolongan Persalinan:
Tindakan pencegahan infeksi adalah bagian esensial dari asuhan lengkap yang diberikan kepada ibu dan bayi baru lahir dan harus dilaksanakan secara rutin pada saat menolong persalinan dan kelahiran, saat memberikan asuhan dasar selama kunjungan antenatal/pasca salin/bayi baru lahir/saat menatalaksana penyulit
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan pencegahan infeksi di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang Tahun 2008 yang terdiri dari prosedur cuci tangan, pemakaian sarung tangan, pengelolaan cairan antiseptik, pemrosesan alat bekas pakai, pengelolaan sampah medik.
Subjek penelitian ini adalah bidan dan perawat yang terlibat pada proses pertolongan persalinan di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang Tahun 2008. Populasi dalam penelitian ini bidan dan perawat yang terlibat pada proses pertolongan persalinan di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang, yang berjumlah 6 orang yang seluruhnya dijadikan sampel dalam penelitian ini. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi mengguakan alat bantu berupa chek list dan pengukurannya menggunakan skala nominal dengan perhitungan persentase dan nilai rata-rata.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penatalaksanaan prosedur cuci tangan ada 2 responden (33,3%) dengan kategori baik, dan 4 responden (66,7%) dengankategori kurang. Dari 5 langkah penatalaksanaan pencegahan infeksi tentang prosedur cuci tangan yang diobservasi pada 6 responden rata-rata responden sudah melakukan 5 langkah penatalaksanaan (100%).

Penatalaksanaan pemakaian sarung tangan ada 4 responden (66,7%) dengan kategori baik dan 2 responden (33,3%) dengankategori kurang. Dari 5 langkah penatalaksanaan pencegahan infeksi tentang pemakaian sarung tangan yang diobservasi pada 6 responden rata-rata responden sudah melakukan 5 langkah penatalaksanaan (100%)

Penatalaksanaan pengelolaan cairan antiseptik ada 2 responden (33,3%) dengan kategori baik, dan 4 respoden (66,7%) dengan kategori kurang. Dari 9 langkah penatalaksanaan pencegahan infeksi tentang pengelolaan cairan antiseptik yang diobservasi pada 6 responden rata-rata responden sudah melakukan 3 langkah penatalaksanaan (33,3%) dan yang tidak dilakukan ada 6 langkah penatalaksanaan (66,7%)

Penatalaksanaan pemprosesan alat bekas pakai dengan prosedur sterilisasi ada 4 responden (66,7%) dengan ketegori baik dan 2 responden (33,3%) dengankategori kurang. Dari 15 langkah penatalaksanaan pencegahan infeksi tentang pemrosesan alat bekas pakai dengan prosedur sterilisasi yang diobservasi pada 6 responden rata-rata responden sudah melakukan 4 langkah penatalaksanaan (26,7%) dan yang tidak dilakukan ada 11 langkah penatalaksanaan (73,3%).

Penatalaksanaan pengelolaan sampah medik ada 1 responden (16,7%) dengan kategori baik dan 5 responden (83,3%) dengan kategori kurang. Dari 10 langkah penatalaksanaan pencegahan infeksi tentang pengelolaan sampah medik yang diobservasi pada 6 responden rata-rata responden sudah melakukan 3 langkah penatalaksanaan (30%) dan yang tidak dilakukan ada 7 langkah penatalaksanaan (70%)
Kesimpulan dari penelitian ini adalah penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalianan di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang Tahun 2008 telah dilakukan dengan baik

Kata Kunci : Penatalaksanaan, Pencegahan infeksi

Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA
lihat artikel selengkapnya - Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses Pertolongan Persalinan
iklan2

iklan0
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil

iklan1
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil:
Selama kehamilan upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan ibu memerlukan perhatian ekstra. Hal-hal yang memerlukan perhatian itu antara lain nutrisi, persiapan laktasi, pemeriksaan kehamilan yang teratur, peningkatan kebersihan diri dan lingkungan, kehidupan sexual, istirahat dan tidur, menghentikan kebiasaan yang merugikan kesehatan dan berpengaruh terhadap janin (seperti merokok) melaksanakan pergerakan dan senam hamil. Senam hamil adalah program kebugaran yang diperuntukkan bagi ibu hamil. Latihan-latihan pada senam hamil dirancang khusus untuk menyehatkan dan membugarkan ibu hamil, mengurangi keluhan yang timbul selama kehamilan, serta mempersiapkan fisik dan psikis ibu dalam menghadapi persalinan. Dari hasil hasil pra survey dengan melakukan wawancara terhadap 10 ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pekalongan didapatkan bahwa mereka mengatakan belum memahami tujuan, manfaat, tata cara dan persyaratan yang harus diperhatikan dalam melakukan senam hamil.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tujuan, manfaat, persyaratan, dan tata cara senam hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pekalongan Lampung Timur Tahun 2006.
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif, subjek penelitiannya yaitu Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pekalongan. Sedangkan objek penelitiannya adalah gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil. Total populasi pada penelitian ini yaitu 771 ibu hamil, sedangkan sampel yang diambil adalah 42 responden. Alat pengambilan data yang digunakan adalah lembar kuesioner yang terdiri dari 4 sub pertanyaan, yaitu tujuan, manfaat, tata cara dan persyaratan yang harus diperhatikan dalam melakukan senam hamil.
Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pekalongan Lampung Timur tahun 2006 tentang tujuan senam hamil termasuk dalam kategori baik (52,38%), manfaat senam hamil kategori cukup (45,24%) syarat melakukan senam hamil kategori cukup (57,14%), tata cara senam hamil kategori cukup (64,29%). Kesimpulan secara umum dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pekalongan Lampung Timur tahun 2006 dalam kategori cukup (64,29%).

Kata Kunci : Pengetahuan, Senam hamil

nda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


lihat artikel selengkapnya - Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil
iklan2

iklan0
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil

iklan1
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil:
1) Status Gizi Ibu Hamil
Status gizi ibu pada waktu pembuahan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung (Pudjiadi, 2003). Selain itu gizi ibu hamil menentukan berat bayi yang dilahirkan, maka pemantauan gizi ibu hamil sangatlah penting dilakukan. Sebagai ukuran sekaligus pengawasan bagi kecukupan gizi ibu hamil bisa di lihat dari kenaikan berat badannya (Sitorus, 1999). Ibu yang kurus dan selama kehamilan disertai penambahan berat badan yang rendah atau turun sampai 10 kg, mempunyai resiko paling tinggi untuk melahirkan bayi dengan BBLR. Sehingga ibu hamil harus mengalami kenaikan berat badan berkisar 11-12,5 Kg atau 20% dari berat badan sebelum hamil.

2) Pemeriksaan Kehamilan
Pemeriksaan kehamilan adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memeriksakan kehamilan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan. Tujuannya adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat. Pemeriksaan antenatal dilakukan oleh dokter umum, bidan, perawat bidan dan dukun terlatih (Mochtar, 1998).Pemeriksaan kehamilan bertujuan untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang timbul selama kehamilan, sehingga kesehatan selama ibu hamil dapat terpelihara dan yang terpenting ibu dan bayi dalam kandungan akan baik dan sehat sampai saat persalinan. Pemeriksaan kehamilan dilakukan agar kita dapat segera mengetahui apabila terjadi gangguan/kelainan pada ibu hamil dan bayi yang dikandung, sehingga dapat segera ditolong tenaga kesehatan (Depkes RI, 2000). Walaupun pelayanan antenatal care selengkapnya mencakup banyak hal yang meliputi anamnese, pemeriksaan fisik (umum dan kebidanan), pemeriksaan laboratorium atas indikasi serta intervensi dasar dan khusus (sesuai resiko yang ada), namun dalam penerapan operasional dikenakan standar minimal 7 T.

3) Penyakit Saat Kehamilan
Penyakit pada saat kehamilan yang dapat mempengaruhi berat bayi lahir diantaranya adalah Diabetes mellitus (DM), cacar air, dan penyakit infeksi TORCH. Penyakit DM adalah suatu penyakit dimana badan tidak sanggup menggunakan gula sebagaimana mestinya, penyebabnya adalah pankreas tidak cukup produksi insulin/tidak dapat gunakan insulin yang ada. Akibat dari DM ini banyak macamnya diantaranya adalah bagi ibu hamil bisa mengalami keguguran, bayi lahir mati, bayi mati setelah lahir (kematian perinatal) karena bayi yang dilahirkan terlalu besar, menderita edem dan kelainan pada alat tubuh bayi (Sitorus, 1999).

4) Sosial ekonomi
Faktor ekonomi dan sosial meliputi jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil, kebersihan dan kesehatan lingkungan serta ketinggian tempat tinggal serta penggunaan Sarana Kesehatan yang berhubungan frekuensi pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) (Sitorus, 1999).
lihat artikel selengkapnya - Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil
iklan2